Kabar Ekonomi
Mandiri Segera Bereskan Utang Lima Debitor Kakap
Minggu, 13 September 2009 19:56 WIB
Jakarta, (tvOne)
PT Bank Mandiri Tbk segera menyelesaikan kredit bermasalah dari debitor-debitor besar untuk mencegah risiko bank yang semakin besar serta optimalisasi pelunasan utang. Debitor-debitor besar yang saat ini menjadi fokus untuk segera di selesaikan adalah Garuda Indonesia, Djajanti Group, Suba Indah, Benua Indah dan Dewata Royal.
Direktur Special Asset Management Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan salah satu prioritas dalam transformasi Bank Mandiri adalah perbaikan non performing loan (NPL) dan tata kelola perusahaan yang baik. Karena itu, Mandiri akan proaktif mengambil langkah penyelesaian utang.
“Bank Mandiri akan mengambil tindakan tegas kepada debitor yang tidak beritikad baik dengan mempertimbangkan segala aspek supaya dapat memberikan recovery dan pengamanan bagi Bank secara maksimal,” kata Abdul Rachman dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (13/9).
Misalnya, terkait penyelesaian utang PT Suba Indah Tbk yang saat ini berstatus pailit sebesar Rp 1,39 triliun. Pada 12 Agustus 2009 telah dilakukan lelang dengan nilai penjualan Rp 120 miliar. Sementara, untuk kasus Benua Indah Group, Mandiri telah beberapa kali melakukan restrukturisasi dan terakhir pada 2003. Namun tidak efektif karena debitor tidak dapat memenuhi syarat yang telah disepakati.
Dengan pertimbangan itikad debitor yang tidak baik, Mandiri menyerahkan pengurusan kredit Benua Indah kepada KPKNL Jakarta I (dahulu KP2LN) pada 2004 untuk Divisi Perkayuan dan tahun 2005 untuk Divisi Perkebunan. Total kewajiban Benua Indah Divisi Perkayuan senilai Rp 459,7 miliar dan Benua Indah divisi perkebunan senilai Rp 480,7 miliar.
