tvOne Newsticker
Kamis, 9 September 2010

Kabar Ekonomi

Pemda-Newmont Teken Jual Beli Saham

Jumat, 6 November 2009 21:51 WIB

Jakarta, (tvOne)

Pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah menandatangani jual dan beli (sales and purchase agreement/SPA) 10 persen saham divestasi. "Baru saja ditandatangani," kata Gubernur NTB Zainul Majdi saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Penandatanganan dilakukan di Jakarta antara Newmont dan PT Multi Daerah Bersaing yang merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersaing dengan PT Multi Capital Indonesia, anak usaha Bakrie Group. Daerah Maju Bersaing merupakan perusahaan patungan tiga pemerintah daerah yakni Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa.

Menurut Zainul, harga transaksi SPA 10 persen saham NNT tersebut adalah sebesar 391 juta dolar AS dan dibayarkan secara tunai. "Namun, Newmont komit memberi tambahan dana CSR (corporate social responsibilty atau pemberdayaan masyarakat) senilai 38 juta dolar AS di luar CSR yang sudah ada," katanya.

Kesepakatan harga 353 juta dolar AS itu sesuai permintaan pemda yang menginginkan harga saham sesuai harga 14 persen saham divestasi tahun 2008 dan 2009. Pemerintah dan Newmont menyepakati harga 14 persen saham divestasi tahun 2008 dan 2009 mengacu pada harga aset 3,52 miliar dolar AS atau lebih rendah dibandingkan 2006 yang 3,63 miliar dolar AS dan 2007 4,03 miliar dolar AS.

Proses negosiasi divestasi saham Newmont terbagi menjadi dua bagian yakni antara Newmont dengan pemerintah pusat sebesar 14 persen, dan Newmont dengan pemerintah daerah untuk 10 persen. NNT merupakan perusahaan tambang asing asal AS yang menambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB.

Sebanyak 80 persen saham perusahaan tersebut dikuasai Nusa Tenggara Partnership yang terdiri dari Newmont Indonesia Ltd sebesar 45 persen dan 35 persen oleh Nusa Tenggara Mining Corp dan Sumitomo Jepang.

Sisa saham sebesar 20 persen dikuasai PT Pukuafu Indah. Sesuai kontrak karya, NNT diwajibkan mendivestasikan 51 persen saham asingnya ke pihak nasional paling akhir Maret 2010. Saat ini, sebanyak 20 persen sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti mendivestasikan 31 persen sisanya.

Jadwal divestasi 31 persen saham NNT sesuai kontrak karya adalah tiga persen Maret 2006, tujuh persen Maret 2007, tujuh persen Maret 2008, tujuh persen Maret 2009, dan tujuh persen Maret 2010.

mr
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar