Kabar Ekonomi
Percepatan Listrik 10 ribu MW Tahap II Mulai 2010
Rabu, 11 November 2009 21:35 WIB
Jakarta, (tvOne)
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan, minimnya ketersediaan tenaga listrik akan menghambat investasi, sehingga penyediaan tenaga listrik merupakan program prioritas pemerintah. "Pada 2010 kita harus mulai pembangunan 10 ribu Megawatt (MW) yang baru menggunakan bahan bakar alternatif," kata Hatta Rajasa di Gedung Utama Depkeu, Jakarta, Rabu (11/11).
Ia menyebutkan, pada akhir 2009 ini penyediaan listrik melalui proyek percepatan listrik 10 ribu MW tahap pertama akan masuk ke dalam sistem penyediaan listrik. "Pada akhir tahun ini program 10 ribu MW secara bertahap akan masuk ke sistem, lalu pada 2010 akan masuk lagi 10 ribu MW yang baru," katanya.
Mengenai penyediaan listrik oleh pihak swasta, Hatta mengatakan, pemerintah sedang mencari formula yang tepat agar dari sisi PLN tidak memberatkan tapi dari sisi usaha juga masih dapat berjalan. "Kalau independent power produser (IPP) tidak jalan, maka bebannya akan terlalu berat bagi PLN. Ini juga akan mengganggu keuangan PLN. Jadi ini sedang digodok," jelasnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa UU tentang Ketenagalistrikan juga mengatur peran pemda dalam pengembangan energi listrik. "Masalah kelistrikan ini menjadi prioritas kita. Beberapa hari ini kita membicarakan itu. Pokoknya tidak mungkin kita membiarkan suplai energi seperti ini karena akan men-discourage (melemahkan, Red) investasi," katanya.
Mengenai proses divestasi saham Newmont, Hatta mengatakan, tidak ada intervensi oleh pemerintah pusat dalam proses itu. "Tidak ada intervensi dari pemrintah pusat. Mereka diberikan kesempatan, untuk melakukan pembahasan secara bisnis to bisnis. Kita tidak turut campur," katanya.
Mengenai PT Antam yang mundur karena Pemda tidak menambah share, Hatta mengatakan, dirinya tidak mengetahui soal itu. "Saya belum tahu soal itu. Saya tidak ikut campur urusan itu. Pemerintah tidak mngkin ikut campur urusan itu. Nanti saya tanya Menteri ESDM soal itu," katanya. (Ant)
