tvOne Newsticker
Rabu, 17 Maret 2010

Kabar Ekonomi

Pendanaan Pasokan Listrik Jakarta dari Kredit Ekspor

Kamis, 19 November 2009 23:18 WIB

Jakarta, (tvOne) 

Menko Perekonomian Hatta Radjasa menyatakan sumber pendanaan untuk mencukupi kekurangan pasokan listrik di DKI Jakarta senilai Rp5,6 triliun sudah didapatkan. Menurut Hatta usai rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/11), sumber dana tersebut berasal dari kredit ekspor senilai 300 juta dolar AS yang sudah disetujui oleh Menteri Keuangan dan Rp1 triliun dari dana Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Hatta mengatakan, sumber pendanaan untuk mencukupi kekurangan pasokan listrik di seluruh Indonesia senilai Rp30 triliun, diantaranya Rp5,6 triliun untuk DKI Jakarta itu, sudah dirapatkan oleh menteri-menteri terkait. "Kalau untuk DKI Rp5,6 triliun sudah terpecahkan. Bersumber dari kredit ekspor 300an juta Dolar AS. Itu sudah persetujuan Menkeu. Kedua, bersumber dari dana kas PLN sendiri sekitar Rp1 triliunan, dan sisanya mereka bisa bertahap, bisa dimanage bertahap," jelas Hatta.

Pendanaan untuk DKI Jakarta itu di antaranya adalah pembelian trafo baru di beberapa gardu induk untuk mencukupi pasokan listrik wilayah ibukota. Menurut Hatta, masalah kekurangan listrik yang tergolong darurat sehingga sering menyebabkan pemadaman bergilir termasuk di DKI Jakarta harus ditangani pula dengan cara-cara darurat.

Sedangkan sisa sumber pendanaan senilai Rp23,5 triliun untuk mencukupi pasokan listrik seluruh Indonesia, menurut Hatta, akan dicari jalan keluarnya melalui UU Kelistrikan yang baru. "Nanti kalau shortage (kekurangan pasokan listrik) ini bisa saja Pemda tawarkan, bagaimana Pemda ada kesiapan untuk menyetujui ini dibiayai dari mana. Apa ada sumber-sumber dari mana, apa nanti ada IPP dari mana pembangunannya itu," tuturnya.

Menurut dia, untuk pembangkit listrik baru dengan skala kecil bisa saja pembiayaannya dilakukan oleh PLN sendiri. "Jadi, intinya kita sudah hitung, angkanya sudah ada. Tapi sumbernya dari mana itu sedang dicari. Jangan berpikir bahwa semua harus didanai APBN. Makanya kita harus memperbaiki," ujarnya.

Hatta mengatakan, sumber dana pembiayaan untuk mencukupi kekurangan pasokan listrik di Indonesia masih terus dirapatkan oleh menteri-menteri terkait. Namun, lanjut dia, pembicaraan belum sampai kepada kemungkinan defisit APBN akibat pembiayaan pembangunan pembangkit listrik baru.

Mengenai kondisi listrik di Jakarta, Hatta mengatakan, saat ini kekurangan pasokan sudah menurun menjadi 30 MegaWatt (MW) dari awalnya 120 MW. Karena itu, ia berharap, tidak sering lagi terjadi pemadaman di wilayah sektor-sektor produktif di wilayah ibukota. (Ant)

ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar