Kabar Ekonomi
Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Hampir US$ 1,183
Kamis, 26 November 2009 08:21 WIB
London, (tvOne)
Harga emas di London Rabu waktu setempat mencapai rekor tertinggi hampir 1,183 dolar karena "greenback" yang lemah dan ketakutan inflasi memicu permintaan untuk logam mulia, kata analis.
Harga juga memperoleh dukungan dari laporan bahwa India sedang mempertimbangkan pembelian lebih banyak cadangan emas IMF, mereka menambahkan. Logam mulia mencapai 1.182,95 dolar per ons dalam perdagangan sore di Pasar Emas London (London Bullion Market), setelah serangkaian kenaikan ke puncak historis dalam beberapa hari dan minggu terakhir.
Emas sedang merancang ke tertinggi baru karena "dolar(lemah) ... (dan) juga rumors (di) "Financial Chronicle" bahwa India siap untuk membeli lebih banyak emas IMF," kata analis komoditas Andrey Kryuchenkov dari VTB Capital. "Harga 1.200 dolar masih terlihat, menjadi sasaran berikutnya."
Dolar yang melemah membuat logam mulia lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, merangsang permintaan terhadap logam dan pada gilirannya mendorong harga emas.
Kryuchenkov menambahkan bahwa emas berjangka mendapat dukungan juga dari laporan koran Financial Chronicle India yang mengklaim bahwa negara yang sedang tumbuh itu (emerging) mempertimbangkan pembelian lebih banyak emas IMF.
Harga emas telah meroket sejak awal November ketika bank sentral India membeli 200 ton logam dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Ketakutan tentang masa depan lonjakan inflasi juga memicu permintaan, karena emas dipandang sebagai sebuah investasi "safe haven" di masa ketidakpastian ekonomi. "Emas terus menetapkan harga tertinggi baru, didukung oleh permintaan investor yang kuat dan perubahan di sektor selera khusus untuk logam," kata analis Barclays Capital, Suki Cooper.
Di tempat terpisah, Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu mengatakan, telah menjual 10 ton emas kepada bank sentral Sri Lanka seharga 375 juta dolar AS , sebagai bagian dari restrukturisasi sumber keuangan IMF.
Kejadian itu adalah penjualan emas IMF ketiga dalam sebulan, karena lembaga yang berbasis di Washington itu berusaha mengurangi ketergantungannya pada pendapatan pinjaman dan meningkatkan keuangannya di tengah krisis ekonomi global.
"Penjualan dilakukan atas dasar harga pasar yang berlaku pada Senin," IMF mengatakan dalam sebuah pernyataannya. Harga emas telah mencapai rekor tinggi hari itu, menembus 1.170 dolar per ons.
Sejak saat itu, harga logam mulia telah melambung tinggi ke puncak baru selama ini karena investor mencari tempat berlindung yang aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi. Penjualan tersebut membawa total emas IMF yang terjual kepada bank sentral menjadi 212 ton.
Dewan eksekutif IMF menyetujui penjualan 403,3 ton emas pada September. Dana, yang saat ini memegang kira-kira 3.000 ton emas, adalah pemegang resmi logam mulia ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman.
Emas dan harga komoditas lain melonjak dalam beberapa bulan terakhir di tengah pergerakan menjauhi dolar yang merosot. Logam juga memenangkan dukungan atas ketakutan terhadap inflasi, karena emas secara luas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman.
IMF mengatakan akan menjual emas langsung kepada bank-bank sentral dan pemegang resmi lainnya untuk periode awal sebelum menjual jumlah yang tersisa pada pasar terbuka "secara bertahap dari waktu ke waktu," sejalan dengan pendekatan yang digunakan oleh bank sentral untuk menghindari gangguan pasar.
