tvOne Newsticker
Sabtu, 20 Maret 2010

Kabar Ekonomi

Ekspor Mutiara NTB 2009 Capai 0,177 TON

Sabtu, 28 November 2009 12:33 WIB

Mataram, (tvOne)

Ekspor mutiara asal Nusa Tenggara Barat (NTB), selama Januari-Oktober 2009 mencapai 0,177 ton dengan nilai miliaran rupiah. "Ekspor mutiara ke berbagai negara tujuan terutama Jepang dilakukan langsung melalui bandara Selaparang Mataram oleh pengusaha budi daya mutiara di daerah ini," kata Wakil Gubernur NTB, Badrul Munir di Mataram, Sabtu (28/11).

Mutiara merupakan salah satu komoditi ekspor andalan NTB, sehingga cukup banyak invesntor yang menanam modal untuk kegiatan budidaya mutiara baik di Pulau Lombok, maupun Pulau Sumbawa dan hingga kini tercatat sekitar 35 perusahaan.

Selain berhasil mengekspor mutiara juga rumput laut dengan jumlah 27,03 ton dan ikan laut laut sebanyak 6,7 ton dengan tujuan Hongkong dan Singapura. Dikatakan, produksi perikanan tangkap di NTB tercatat 129.863 ton per tahun, sementara perikanan budidaya di perairan umum sebanyak 4.789 ton, perikanan budidaya laut tercatat 25.696 ton, budidaya air tawar (kolam) 6.246 ton dan budidaya ikan di sawah (minapadi) 5.961 ton.

Permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan perikanan dan kelautan antara lain, masih rendahnya tingkat produktivitas pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan dibandingkan dengan potensi yang ada. Masih banyaknya sarana dan prasarana perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal karena dana yang tersedia untuk membiayai operasional dan pemeliharaan yang tidak mencukupi.

Selain itu, terbatasnya alat tangkap dan sarana kapal untuk penangkatan di zona II (lepas pantai) mengingat jalur penangkapan selama ini lebih over fishing (tangkap lebih). "Selanjutnya, terbatasnya pemberian kesempatan peningkatan kemampuan SDM perikanan melalui pelatihan teknis fungsional, pendidikan formal serta rendahnya penguasaan teknoligi atas jenis-jenis komoditas unggulan NTB," jelasnya.

Menyinggung konsumsi ikan, ia menjelaskan konsumsi ikan masyarakat NTB mengalami peningkatan dari 22,8 kg per kapita per tahun menjadi 23,6 kg per kapita per tahun. "Meningkiatnya konsumsi ikan tersebut sebagai akibat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi setelah dilakukan berbagai penyuluhan tentang manfaat dan gizi teruma ikan," katanya.

Masyarakat sekarang ini semaiin senang makan ikan, hal ini terlihat dari larisnya ikan iar tawan seperti mujaher, nila, karper, lele dan bandeng. "Bahkan masyarakat terutama kaum muda yang memiliki kebiasaan bekele atau makan bareng yang biasanya menyembelih ayam, kini beralih dengan membakar ikan," jelasnya. (Ant)

hm
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar