tvOne Newsticker
Selasa, 16 Maret 2010

Kabar Ekonomi

Depkeu Tetapkan 18 Institusi Jadi Penjual Sukuk Ritel

Selasa, 8 Desember 2009 06:22 WIB

Jakarta, (tvOne) 

 

Departemen Keuangan (Depkeu) menetapkan 18 institusi terdiri dari 10 bank dan delapan perusahaan sekuritas lulus seleksi Agen Penjual Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara Ritel dalam rangka penerbitan SBSN di pasar perdana pada 2010.



Kepala Biro Humas Depkeu, Harry Z. Soeratin dalam keterangannya di Jakarta, menyebutkan, hasil seleksi agen penjual SBSN Ritel di pasar perdana 2010 itu ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Nomor KEP-106/PU/2009 tentang Hasil Seleksi Calon Agen Penjual SBSN Ritel dan Calon Konsultan Hukum dalam rangka penerbitan SBSN di pasar perdana.



Kesepuluh bank dimaksud adalah PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, Citibank NA, PT Bank CIMB Niaga, The Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC), PT Bank International Indonesia, PT Bank Permata, PT Bank OCBC NISP, dan Standard Chartered Bank. Sementara delapan perusahaan sekuritas dimaksud adalah PT Trimegah Securities, PT Danareksa Securities, PT Andalan Artha Advisindo Securities, PT Bahana Securities, PT Ciptadana Securities, PT Securinvest Central Gani, PT Mega Capital Indonesia, dan PT Reliance Securities. Sedangkan satu konsultan hukum yang lulus seleksi penjualan SBSN Ritel di pasar perdana 2010 adalah AZP Legal Consultants.



Harry menjelaskan, proses seleksi agen penjual SBSN Ritel di pasar perdana 2010 itu dimulai dari pengumuman seleksi, pendaftaran dan pengambilan dokumen seleksi, penjelasan seleksi, pengembalian proposal teknis, evaluasi proposal teknis, hingga serta "beauty contest" dan negosiasi "fee". Sementara untuk penerbitan surat berharga negara (SBN) selama 2009, Depkeu telah menghentikan penerbitan sejak penerbitan terakhir pada 17 November 2009 karena target pembiayaan 2009 telah terpenuhi.



Pada penerbitan SBN terakhir melalui lelang itu, pemerintah menarik Rp2,164 triliun dari tiga seri surat utang negara (SUN). Angka itu hampir sama dengan penawaran masuk yang mencapai Rp2,734 triliun. (Ant)


ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar